MEDAN – Di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemko Medan, suasana diskusi tampak hangat dan dinamis pada Selasa (20/10/2026) pagi mulai pukul 09.00 WIB. Sebuah agenda krusial bagi arah kebijakan pembangunan daerah tengah digodok melalui pemaparan kajian MEDAN – Di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemko Medan, suasana diskusi tampak hangat dan dinamis pada Selasa (20/10/2026) pagi mulai pukul 09.00 WIB. Sebuah agenda krusial bagi arah kebijakan pembangunan daerah tengah digodok melalui pemaparan kajian "Peta Jalan Transformasi Ekonomi Daerah Menuju Pertumbuhan Inklusif Kota Medan".

Hadir langsung di hadapan jajaran perencana daerah, Tim Dosen dari Program Studi Ekonomi Pembangunan yang terdiri dari Dr. Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec., Dr. Arif Rahman, S.E., M.Ec.Dev., dan Khairul Ali Hutasuhut, S.E., M.Si.. Ketiganya membawa rangkaian data sektoral, proyeksi indikator makro, serta formula strategi untuk memperkuat perekonomian Kota Medan.

Dalam sesi diskusi tersebut, tim penyusun membedah latar belakang kondisi ekonomi daerah hingga target capaian jangka panjang. Pokok pembahasan menekankan bahwa transformasi ekonomi Kota Medan harus berorientasi pada prinsip inklusivitas—di mana hasil pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada angka statistik, tetapi juga mampu menjangkau dan meningkatkan taraf hidup seluruh lapisan masyarakat.

Sinergi antara pemikir akademis dan pembuat kebijakan ini menjadi potret nyata dari penerapan kebijakan berbasis riset (evidence-based policy). Hasil kajian peta jalan ini diproyeksikan menjadi kompas strategis bagi Pemerintah Kota Medan dalam mengeksekusi program-program pembangunan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.