Medan – Rangkaian International Sustainability Conference (ISC) FEB USU 2026 pada Jumat, 23 Oktober 2026, menghadirkan dua sesi yang berfokus pada pelaporan keberlanjutan, aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG), serta pengukuran dampak. Pembahasan juga mengangkat kelayakan finansial bagi usaha lokal sebagai bagian dari perspektif keberlanjutan dunia usaha.

Sesi pertama membahas “Sustainability Reporting, ESG, and Financial Feasibility for Local Enterprises” yang disampaikan oleh Sambas Ade Kesuma, S.E., M.Si., Ph.D., Ak. Materi ini mengangkat keterkaitan antara pelaporan keberlanjutan, ESG, dan kelayakan finansial bagi usaha lokal. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam diskusi mengenai pengelolaan usaha yang mempertimbangkan kinerja ekonomi sekaligus tanggung jawab keberlanjutan.

Setelah sesi pertama dan waktu istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi “ESG, Sustainability Accounting and Impact Measurement” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Maya Sari, M.Si., Ak., CA. Sesi ini kembali menempatkan ESG, akuntansi keberlanjutan, dan pengukuran dampak sebagai fokus pembelajaran dalam memahami aspek keberlanjutan organisasi.

Melalui kedua sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami hubungan antara pelaporan, pengukuran dampak, dan pertimbangan finansial dalam konteks keberlanjutan. Pembahasan ini relevan bagi pengembangan pengetahuan akuntansi dan bisnis, terutama dalam memahami bagaimana aspek keberlanjutan dapat menjadi bagian dari evaluasi kegiatan usaha.

Kegiatan ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perhatian terhadap kelayakan finansial dan keberlanjutan usaha lokal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pembahasan pelaporan dan pengukuran kinerja keberlanjutan. Rangkaian kegiatan ISC FEB USU 2026 diharapkan memperkuat wawasan akademik mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan.