Medan – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU), Dr. Abdillah Arif Nasution, S.E., M.Si. Ak, CA., QGIA, CHRS, terlibat sebagai anggota tim peneliti dalam pengembangan inovasi teknologi yang memperoleh pendanaan melalui Program Dorongan Teknologi. Keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi dosen FEB USU dalam kolaborasi riset lintas disiplin untuk mendukung pengembangan teknologi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan publikasi akun Instagram resmi Universitas Sumatera Utara (@official.usu), nama Dr. Abdillah Arif Nasution tercantum sebagai anggota tim peneliti dalam dua proposal inovasi, yaitu SWART (Smart Waste Bin with Artificial Intelligence of Things) yang memperoleh pendanaan tahun 2026 (Batch 1) dan SIMPEL (Sistem Informasi Monitoring dan Prediksi Energi Listrik Rumah Tangga Berbasis IoT dan AI Generatif) yang memperoleh pendanaan tahun 2027 (Batch 2).
Inovasi SWART dikembangkan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengelolaan sampah secara cerdas. Pemanfaatan teknologi tersebut berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah melalui sistem yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan lingkungan.
Sementara itu, SIMPEL berfokus pada pengembangan sistem informasi untuk memantau dan memprediksi penggunaan energi listrik rumah tangga dengan dukungan teknologi IoT dan kecerdasan buatan generatif. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pemantauan konsumsi energi secara lebih terukur serta mendorong penggunaan listrik yang lebih efisien.
Kedua inovasi tersebut melibatkan kolaborasi lintas fakultas di lingkungan USU. Dalam tim SWART, Dr. Abdillah Arif Nasution tercantum sebagai anggota bersama tim yang diketuai Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU. Sementara itu, dalam tim SIMPEL, ia tercantum sebagai anggota bersama tim yang diketuai Dr. Ir. Tigor Hamonangan Nasution, S.T., M.T., IPM. Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya sinergi antardisiplin ilmu dalam menghasilkan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan dosen FEB USU dalam kedua tim tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi sivitas akademika dalam ekosistem riset dan inovasi universitas. Kontribusi dari berbagai bidang keilmuan diharapkan dapat memperkuat pengembangan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan manfaat, efektivitas, dan potensi penerapannya secara luas.
Capaian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi inovatif; SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui dukungan terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik; serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya mendorong pengelolaan sumber daya secara lebih efisien. Pengembangan SIMPEL juga relevan dengan SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui dukungan terhadap pemantauan dan efisiensi penggunaan energi listrik rumah tangga.