Mengusung tema “Future-Ready Cities & Sustainable Assets: Innovation for a Smarter Built Environment”, kongres internasional ini mempertemukan para profesional, akademisi, peneliti, praktisi industri, pembuat kebijakan, serta pemangku kepentingan dari berbagai bidang untuk membahas pengembangan kota yang berkelanjutan, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Prof. Dr. Khaira Amalia Fachrudin hadir sebagai speaker pada Plenary Session 2: “Sustainable Infrastructure & Green Investment in the ESG Era” dengan membawakan paper berjudul “Sustainable Investment in the ESG Era in Indonesia”. Sesi tersebut membahas isu investasi berkelanjutan dalam konteks Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menjadi salah satu agenda penting dalam mendorong pembangunan dan pengelolaan aset yang berkelanjutan.
Dalam sesi yang sama, Prof. Khaira tampil bersama sejumlah akademisi dan praktisi internasional, di antaranya Prof. Peddy Pi Ying Lai dari National Pingtung University, Taiwan, serta para profesional di bidang konstruksi, properti, dan pengelolaan aset. Kehadiran Prof. Khaira sebagai speaker turut memperkuat kontribusi akademisi Universitas Sumatera Utara dalam forum internasional yang membahas isu strategis terkait investasi berkelanjutan dan ESG.
Keterlibatan Prof. Khaira dalam forum internasional tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Program Studi S1 Manajemen FEB USU dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring internasional di bidang manajemen, keuangan, investasi, serta pembangunan berkelanjutan. Profil speaker dalam program resmi ISC 2026 mencatat Prof. Khaira sebagai profesor bidang keuangan di Universitas Sumatera Utara.

Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals
Partisipasi Prof. Dr. Khaira Amalia Fachrudin sebagai speaker pada kongres internasional ini sejalan dengan komitmen Universitas Sumatera Utara dan Program Studi S1 Manajemen dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 11 – Sustainable Cities and Communities
Pembahasan mengenai future-ready cities, ketahanan perkotaan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta pengelolaan aset yang berorientasi pada keberlanjutan memiliki keterkaitan erat dengan upaya mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. ISC 2026 secara khusus menyoroti pentingnya integrasi infrastruktur berkelanjutan, inovasi, dan perencanaan kota dalam menghadapi tantangan urbanisasi.
SDG 13 – Climate Action
Kongres juga memberikan perhatian terhadap tantangan perubahan iklim melalui pembahasan mengenai climate resilience, investasi hijau, energi terbarukan, ESG, serta pembangunan dan pengelolaan aset yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kontribusi akademik dalam membahas investasi berkelanjutan di era ESG menjadi bagian penting dalam mendorong pengambilan keputusan yang lebih responsif terhadap risiko dan tantangan perubahan iklim.
Keikutsertaan Prof. Dr. Khaira Amalia Fachrudin dalam 28th International Surveyors’ Congress 2026 menjadi capaian yang membanggakan bagi FEB USU, sekaligus menunjukkan peran aktif sivitas akademika dalam forum internasional dan dalam mendorong pengembangan pengetahuan yang mendukung pembangunan kota berkelanjutan serta aksi terhadap perubahan iklim.