Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) kembali melanjutkan rangkaian International Sustainability Conference (ISC) FEB USU 2026 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pada hari keempat, kegiatan menghadirkan pembahasan mengenai peran keuangan berbasis kepercayaan dalam mendorong keberlanjutan serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) dalam akuntansi dan pengukuran dampak.

Sesi pertama mengangkat materi “The Role of Faith Based Finance in Promotion of Sustainability” yang disampaikan oleh Prof. Sahraman Hadji Latif. Materi ini membahas peran keuangan berbasis kepercayaan dalam mendorong keberlanjutan, dengan menempatkan aspek keuangan dan nilai-nilai yang mendasarinya sebagai bagian dari diskusi mengenai pembangunan berkelanjutan.

Setelah sesi pertama dan waktu istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi “ESG, Sustainability Accounting, and Impact Measurement” yang disampaikan oleh Asst. Prof. Dr. Chumphon Angkananon. Pembahasan berfokus pada ESG, akuntansi keberlanjutan, dan pengukuran dampak sebagai aspek yang berkaitan dengan evaluasi praktik serta kinerja keberlanjutan organisasi.

Kedua sesi tersebut memberikan ruang pembelajaran untuk memahami keberlanjutan dari perspektif keuangan dan akuntansi. Pembahasan ini juga menyoroti relevansi pengukuran dampak dan pertimbangan ESG dalam mengembangkan pendekatan bisnis dan keuangan yang memperhatikan aspek keberlanjutan.

Rangkaian kegiatan ini sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui perhatian terhadap praktik organisasi yang berkelanjutan, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan perspektif tata kelola. Diskusi mengenai keuangan dan akuntansi keberlanjutan juga mendukung pengembangan wawasan akademik yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.