Medan, September 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh dan berkelanjutan melalui Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 PTNBH Tahun 2026. Program ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Mitigasi, Adaptasi, dan Kesiapsiagaan Bencana melalui Manajemen Aset Publik Berbasis Risiko DAS di Kabupaten Langkat” dan dilaksanakan secara hybrid dengan pusat kegiatan di Balai Desa Simpang Kutabuluh, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kegiatan dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Langkat, khususnya kawasan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Serangan. Banjir, luapan sungai, genangan, tanah longsor, dan angin kencang berpotensi mengganggu berbagai fasilitas publik desa serta pelayanan dasar masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan aset desa yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif dan ekonomis, tetapi juga mempertimbangkan risiko bencana sejak tahap perencanaan.

Tahap awal kegiatan difokuskan pada sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bersama kepala desa, sekretaris desa, kepala urusan, dan kepala dusun. Aparatur desa dibekali pemahaman mengenai manajemen aset publik berbasis risiko dengan mempertimbangkan aspek exposure, vulnerability, dan impact, serta pengenalan terhadap berbagai ancaman bencana dan perlindungan aset kritis. Kegiatan dilanjutkan dengan pengisian worksheet inventarisasi aset, sehingga tim bersama aparatur desa berhasil mengidentifikasi profil awal 14 aset publik vital, termasuk kondisi fisik, riwayat genangan, serta potensi ancaman bencana. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk survei koordinat GPS dan pemetaan digital menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS/QGIS).

Program ini dilaksanakan oleh tim multidisiplin yang melibatkan perguruan tinggi mitra. Tim diketuai oleh Dr. Lasma Melinda Siahaan, S.E., M.Si. dari FEB USU, bersama Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec. dari FEB USU, Yasir Riady, S.S., M.Hum. dari Universitas Terbuka, serta Prof. Ir. Taufika Ophiyandri, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Andalas. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa FEB USU dari jenjang doktor, magister, dan sarjana, yaitu Sri Annisa, Nelvi Nurul Huda, dan Keisha Enya br. Siahaan. Kolaborasi lintas disiplin ini memadukan keahlian manajemen aset, penilaian properti, tata kelola publik, serta teknik sipil kebencanaan.

Hasil awal kegiatan memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Desa Simpang Kutabuluh dalam meningkatkan kapasitas aparatur untuk mengenali, mengklasifikasikan, dan menentukan prioritas perlindungan aset berdasarkan tingkat risikonya. Beberapa aset yang menjadi perhatian antara lain SD Negeri Simpang Kutabuluh, fasilitas air bersih Dusun IV Guru Benua, Pustu Desa, serta Jalan Pertanian Sei Bertu. Hasil inventarisasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan perencanaan pembangunan desa, termasuk dalam penyusunan RPJMDes dan RKPDes, sekaligus mendukung peningkatan ketahanan lingkungan dan pembangunan desa secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), perlindungan aset publik dan infrastruktur ekonomi desa dapat mengurangi risiko kerugian dan gangguan mata pencaharian masyarakat akibat bencana. SDG 2 (Tanpa Kelaparan) didukung melalui upaya menjaga akses jalan pertanian dan kelancaran distribusi hasil produksi masyarakat. Sementara itu, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) diwujudkan melalui perlindungan fasilitas kesehatan dan sarana air bersih agar tetap berfungsi dalam kondisi darurat.

Program ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perhatian terhadap keamanan dan ketahanan fasilitas pendidikan, khususnya SD Negeri Simpang Kutabuluh yang teridentifikasi memiliki risiko terhadap sejumlah ancaman bencana. Selanjutnya, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) menjadi landasan utama melalui kolaborasi antara USU sebagai perguruan tinggi host, Universitas Terbuka dan Universitas Andalas sebagai mitra, dukungan Kemendiktisaintek dan Asosiasi LPPM PTNBH, serta Pemerintah Desa Simpang Kutabuluh.

Tahap awal program ini menjadi pijakan penting bagi pengembangan tata kelola aset desa yang lebih tangguh dan berbasis risiko. Tim pengabdian FEB USU bersama perguruan tinggi mitra selanjutnya akan melanjutkan kegiatan melalui survei spasial, pemetaan risiko aset berbasis GIS, dan penyusunan panduan aksi kontinjensi. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis ilmu pengetahuan, program ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan aset publik berbasis risiko yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia.