Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEB USU Ikuti Program Student Exchange di Universiti Kebangsaan Malaysia
BeritaFEB USU Gelar Yudisium Lulusan Periode II T.A. 2025/2026
BeritaFEB USU Terima Kunjungan Audiensi Siswa MAS Darul Ulum Sipaho
02 Desember 2022
Andini Pratiwi, S.Kom
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara bersama dengan Indonesia Financial Group mengadakan seminar dan kuliah umum untuk membangun literasi asuransi dan dana pensiun kepada mahasiswa pada Kamis, 01 Desember 2022. Tema yang diangkat dalam pelaksanaan seminar ini adalah “Literasi Dasar dan Pengenalan Industri Asuransi & Dana Pensiun” sebagai bentuk proteksi kepada masyarakat umum. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Campus Visit IFG Progress 2022. Indonesia Financial Group merupakan perusahaan holding BUMN Asuransi dan Penjaminan. IFG dibentuk pemerintah untuk berperan dalam pembangunan nasional melalui pengembangan industri keuangan non bank yang lengkap dan inovatif melalui layanan investasi, asuransi dan penjaminan.
Acara ini terselenggara di Aula Prof. Dr. Suhadji Hadibroto, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Peserta kegiatan ini dihadiri oleh 230 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Kota Medan. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Dr. Fadli, S.E., M.Si., membuka acara sekaligus menyampaikan sambutannya kepada seluruh narasumber dan peserta seminar.
“Konsep asuransi seperti budaya ketimuaran kita, gotong royong dan saling membantu sembari memberikan perlindungan kepada pesertanya”, ujar Dekan FEB USU memberikan pengantar seputar kegiatan seminar tersebut.

Dalam kegiatan tersebut juga terjalin kerjasama antara FEB USU dengan IFG melalui penandatanganan memorandum of understanding langsung oleh Dekan FEB dan disaksikan oleh Wakil Dekan III FEB USU, Paidi, S.E., M.Si.
Puncak kegiatan seminar dan kuliah umum dipandu oleh moderator acara, Dr. Syafrizal Helmi Situmorang S.E., M.Si. Narasumber dari kegiatan meliputi Senior Research Associate IFG Progress, bapak Ibrahim Kholilul Rohman, dan Research Associate IFG Progress, Bapak Rizky Rizaldi Ronaldo serta Ibu Nada Serpina.

“Coverage asuransi di Indonesia masih rendah, kita memang tidak diperkenalkan dengan asuransi sejak dini sehingga masih banyak yang belum paham pentingnya asuransi, dan mindset ini yang harus diubah” sebut bapak Ibrahim menyampaikan kondisi literasi asuransi di Indonesia. Dalam pemaparannya beliau juga menyampaikan bahwa untuk mendukung cita-cita Indonesia menjadi lima perekonomian terbesar dunia, pemerintah kini memprioritaskan pengembanga industri asuransi dan dana pensiun.
Bapak Rizky Rizaldi Ronaldo melanjutkan pemaparan dalam sesi kedua seputar asuransi. Beliau menyampaikan bagaimana asuransi berperan dalam melindungi individu dari berbagai risiko. “Dari kasus pandemi COVID-19 kemarin, kita belajar betapa besarnya biaya pengobatan jika tidak ada perlindungan asuransi”, jelas Rizky memberikan gambran pentingnya asuransi dalam memberikan perlindungan kesehatan.

Pemaparan sesi ketiga dilanjutkan oleh ibu Nada Sepira yang membahas tentang Dana Pensiun. “Teman-teman akan menghadapi siklus keuangan dan merasakan surplus pendapatan di masa-masa produktif, namun harus teman-teman sadari di usia tua dan tidak produktif lagi pengeluaran akan lebih besar. Di sini letak peranan penting dana pensiun”, sebut narasumber yang akrab dipanggil Nada tersebut menjelaskan pentingnya dana pensiun.

Dalam sesi tanya jawab terjadi diskusi hangat dalam upaya mendukung industri asuransi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi. Saat ini tengah dikembangkan bisnis model yang optimal untuk memajukan industri keuangan dan asuransi. Asuransi memang harus lebih kredibel untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dan manajemen risiko.

Dr. Syafrizal Helmi Situmorang, S.E., M.Si., menutup sesi penyampaian seminar dan kuliah umum dengan menyampaikan kesimpulan dari seminar. Butuh kolaborasi dan kerjasama untuk membangun literasi terhadap asuransi dan dana pensiun. Sumbangan pemikiran kita terhadap asuransi dan dana pensiun ini juga dapat membantu dalam membangun literasi dan harapannya dapat dimanfaatkan untuk Indonesia yang lebih baik.
