> Berita > Mahasiswa FEB USU Harumkan Indonesia Lewat Inovasi EDUFUND di Ajang Internasional
Mahasiswa FEB USU Harumkan Indonesia Lewat Inovasi EDUFUND di Ajang Internasional
Dipublikasi Pada
03 Juni 2026
Dipublikasi Oleh
Tiara Reizsa Adhitya, S.E., M.Si
Thumbnail Mahasiswa FEB USU Harumkan Indonesia Lewat Inovasi EDUFUND di Ajang Internasional
Mahasiswa FEB USU Harumkan Indonesia Lewat Inovasi EDUFUND di Ajang Internasional
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan membawa semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam ajang International SDGs Youth Development Program. Kompetisi yang diselenggarakan oleh International Youth Innovation Summit bekerja sama dengan International Youth Excursion Network ini berlangsung di Malaysia pada 18–21 Mei 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi global bagi generasi muda untuk merumuskan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Melalui forum ini, para peserta didorong untuk menghadirkan inovasi yang selaras dengan agenda SDGs, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu kontribusi nyata datang dari Mytha Nur Anggrainy, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan stambuk 2023 USU, yang tergabung dalam tim lintas universitas bersama Muhammad Azmi Auf dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Nur Ikhlas dari Universitas Al-Azhar Indonesia.
Tim tersebut mengangkat fokus pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan inovasi aplikasi EDUFUND (Education Funding). Platform berbasis crowdfunding ini dirancang sebagai solusi untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui pendekatan berbasis teknologi dan partisipasi publik, EDUFUND berupaya memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dana yang dihimpun tidak hanya digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik serta memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan—selaras dengan prinsip pemerataan dan keadilan dalam SDGs.
Lebih dari sekadar platform donasi, EDUFUND menghadirkan sistem yang menekankan transparansi dan akuntabilitas. Fitur seperti donasi berbasis program, laporan real-time, serta pelacakan dampak kontribusi memungkinkan masyarakat untuk melihat secara langsung hasil dari partisipasi mereka. Pendekatan ini mencerminkan prinsip tata kelola yang baik serta penguatan kepercayaan publik dalam pembangunan berkelanjutan.
Atas inovasi tersebut, tim berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni 1st Best Project Innovation dan 1st Best Presentation. Pencapaian ini tidak hanya menjadi bukti kualitas gagasan yang diusung, tetapi juga menunjukkan bahwa solusi berbasis SDGs dari pemuda Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Mytha menegaskan bahwa partisipasinya dalam program ini merupakan bagian dari upaya untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Baginya, kompetisi ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat keberanian dalam menyampaikan ide yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat SDGs, prestasi ini menjadi cerminan bahwa generasi muda Indonesia memiliki peran strategis sebagai agent of change dalam mendorong pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Melalui inovasi seperti EDUFUND, harapan akan akses pendidikan yang merata bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah konkret menuju masa depan yang lebih baik.