Dosen Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU), terlibat dalam Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) Provinsi Sumatera Utara 2026–2030 sekaligus peluncuran Business Registration System (BRS) SDGs. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Adimulia Medan, Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara melalui SDGs Center, dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Konsultasi publik membahas penyusunan RAD TPB/SDGs Sumatera Utara 2026–2030 yang diarahkan pada pendekatan berbasis data dan evidence-based policy. Sementara itu, BRS SDGs diperkenalkan sebagai sistem pendaftaran bisnis berbasis digital untuk mengintegrasikan kontribusi sektor usaha dalam pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec. hadir sebagai narasumber, sedangkan Wahyu Sugeng Imam Soeparno, S.E., M.Si. bertindak sebagai moderator. Keterlibatan keduanya turut memperkuat peran akademisi dalam memberikan perspektif keilmuan terhadap perencanaan dan implementasi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Penyusunan RAD TPB/SDGs Provinsi Sumatera Utara 2026–2030 juga melibatkan tim pelaksana dari Universitas Sumatera Utara berdasarkan Keputusan Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara Nomor 4455.6/UN5.4.10.K/PT.01.05/2026 tanggal 18 Februari 2026. Tim tersebut terdiri atas Dr. Arif Rahman, S.E., M.Ec.Dev. sebagai Ketua Tim sekaligus Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah; Dr. Monika Andarasari, S.E., M.Si. sebagai Tenaga Ahli Kebijakan Publik; Khairul Ali Hutasuhut, S.E., M.Si. sebagai Tenaga Ahli Ekonomi Islam; Irsad, S.E., M.Soc., Ph.D. sebagai Tenaga Ahli Ekonomi Lingkungan; serta Sukma Hayati Hakim, S.E., M.Si. sebagai Tenaga Pendukung.

Peluncuran BRS SDGs menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara. Hingga saat peluncuran, sebanyak 199 pelaku usaha telah terdaftar, dengan target mencapai 500 UMKM pada 2026. Inisiatif tersebut juga mendapat apresiasi dari JICA dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model yang dapat diterapkan di provinsi lain di Indonesia.

Keterlibatan dosen dan tim akademik USU dalam penyusunan RAD TPB/SDGs serta konsultasi publik ini menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis data. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, USU, dan JICA diharapkan dapat memperkuat implementasi SDGs sekaligus meningkatkan peran dunia usaha dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.