10 Mei 2026 | Kategori: Pengabdian Kepada Masyarakat / Skema Sosial Ekonomi
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) sukses menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Ronggurnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir, pada Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini digawangi oleh dosen-dosen dari Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB USU bersama tim dosen dan mahasiswa FEB USU lainnya untuk memajukan potensi kopi lokal di kawasan Danau Toba. Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Yeti Meliany Lubis, S.E., M.Si., Ak., CA, dan diperkuat oleh jajaran dosen dari Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB USU, yaitu Khairul Ali Hutasuhut, S.E., M.Si., Walad Altsani HR, S.E., M.Ec., dan Irsad, S.E., M.Soc.Sc., Ph.D. Selain tim dosen, program ini juga melibatkan secara aktif lima mahasiswa FEB USU dalam kegiatan lapangan dan pendampingan petani, yaitu Renta Sitanggang, Hany Novia Graceline Sianipar, Kalvin Gomgom Parulian Manurung, Ekin Putri Kinanti Ginting, dan Sofia Nursofi. Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendampingan masyarakat hingga penguatan kapasitas petani dalam mengembangkan potensi kopi lokal, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FEB USU dan Petani Kopi Kab. Samsosir
Kecamatan Ronggurnihuta merupakan salah satu sentra penghasil kopi arabika varietas unggul Sigarar Utang di Kabupaten Samosir. Berdasarkan data BPS, daerah ini memiliki komoditas perkebunan kopi seluas lebih dari 5.600 hektare. Namun, sebagian besar petani masih terbiasa menjual hasil panen dalam bentuk buah basah (cherry) dengan harga sekitar Rp21.000,- per kg akibat ketiadaan fasilitas pengolahan pascapanen mandiri.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim PKM FEB USU memberikan bantuan berupa 1 unit mesin pulper (pengupas kulit buah basah) dan 1 unit mesin huller dry (pengupas kulit tanduk kopi kering).
Kehadiran teknologi tepat guna berupa mesin pulper dan huller dry ini menjadi solusi konkret agar petani dapat mengolah kopi secara mandiri hingga tahap green bean, sehingga rantai nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh petani, bukan sekadar pihak pengumpul.


Penyerahan Mesin Huller dan Pulper dan Penandatanganan BA Serta Serah Terima Barang
Tidak hanya memberikan fasilitas fisik, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis Good Post-Harvest Practices (Praktik Pengolahan Pascapanen yang Baik) serta tata cara perawatan mesin secara berkala.
Dalam kesempatan ini, Tim FEB USU turut menggandeng Indonesian Diaspora Network of America (IDN-A) sebagai mitra strategis. Keterlibatan IDN-A memberikan wawasan mengenai standar mutu green bean Grade 1 berkualitas ekspor, teknik fermentasi terkontrol, hingga akses peluang pasar internasional bagi produk kopi Samosir.


Sesi pelatihan teknis pengolahan pascapanen dan pendampingan manajemen mutu kopi bersama tim dosen FEB USU dan perwakilan Indonesian Diaspora Network of America (IDN-A).
Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat oleh Tim FEB USU menghasilkan berbagai dampak positif yang terukur (impact) bagi pengembangan ekonomi dan kelembagaan petani kopi di Desa Ronggurnihuta. Dari aspek ekonomi, program ini memberikan peningkatan nilai tambah yang signifikan terhadap produk kopi petani. Kopi basah (cherry) yang sebelumnya memiliki nilai jual sekitar Rp21.000 per kg dapat meningkat hingga Rp110.000 per kg setelah melalui proses pengolahan menjadi biji kopi siap jual (green bean). Peningkatan nilai jual tersebut tidak hanya meningkatkan potensi pendapatan petani, tetapi juga mendorong kemandirian dalam pengelolaan rantai nilai produk. Petani memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan proses pengolahan dan pemasaran, sehingga margin keuntungan yang lebih besar dapat dinikmati langsung oleh keluarga petani dibandingkan sebelumnya ketika sebagian besar nilai tambah berada pada tengkulak atau pengumpul.
Dari sisi teknologi dan kualitas mutu, penggunaan mesin pulper dan huller dry membantu meningkatkan efisiensi pengolahan pascapanen dengan mengurangi durasi pekerjaan manual serta mendukung proses pengolahan biji kopi yang lebih terstandar. Penerapan teknik fermentasi terkontrol dan Good Post-Harvest Practices juga diarahkan untuk menjaga konsistensi mutu kopi arabika Sigarar Utang Samosir sehingga dapat memenuhi standar green bean Grade 1. Pada aspek pemasaran dan penguatan jejaring, kerja sama strategis dengan Indonesian Diaspora Network of America (IDN-A) membuka peluang pengembangan rantai pasok dan perluasan akses pasar kopi Samosir ke Amerika Serikat maupun pasar mancanegara lainnya. Bersamaan dengan itu, kegiatan pendampingan turut meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan keterampilan teknis dan literasi manajemen pascapanen bagi anggota kelompok tani kopi.
Secara akademis dan sosial, program ini memberikan kontribusi terhadap penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan. Pengembangan komoditas kopi lokal dan peningkatan kapasitas petani sejalan dengan SDGs Tujuan 2 yang berkaitan dengan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan serta SDGs Tujuan 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Program yang dibiayai melalui skema Non-PNBP LPPM USU Tahun Anggaran 2026 ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 melalui pemberian pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar dan berkegiatan di luar kampus serta IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan di luar kampus. Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi petani, tetapi juga memperkuat keberlanjutan pengembangan ekonomi lokal, kapasitas kelembagaan masyarakat, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.


Kedepannya, tim pengabdi FEB akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan mesin serta penguatan kelembagaan kelompok tani kopi di Kabupaten Samosir.