MEDAN, Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan petani kopi di Desa Ronggurnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir, pada 10 Mei 2026. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas petani melalui penyediaan teknologi pascapanen, pelatihan mutu, serta penguatan akses terhadap peluang pasar.
Program yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan FEB USU bersama dosen dan mahasiswa ini diketuai oleh Yeti Meliany Lubis, S.E., M.Si., Ak., CA, dengan anggota Khairul Ali Hutasuhut, S.E., M.Si., Walad Altsani HR, S.E., M.Ec., dan Irsad, S.E., M.Soc.Sc., Ph.D. Kegiatan turut melibatkan lima mahasiswa FEB USU, yaitu Renta Sitanggang, Hany Novia Graceline Sianipar, Kalvin Gomgom Parulian Manurung, Ekin Putri Kinanti Ginting, dan Sofia Nursofi.
Desa Ronggurnihuta merupakan salah satu kawasan penghasil kopi arabika varietas Sigarar Utang. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan pascapanen menyebabkan sebagian petani masih menjual hasil panen dalam bentuk buah kopi basah (cherry) dengan harga sekitar Rp21.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat nilai tambah dari pengolahan kopi belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh petani.
Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, Tim PKM FEB USU memberikan bantuan satu unit mesin pulper dan satu unit mesin huller dry yang dapat digunakan untuk mendukung proses pengolahan kopi hingga menjadi green bean. Bantuan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil perkebunan mereka.
Kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan Good Post-Harvest Practices serta perawatan mesin. Dalam penguatan mutu dan akses pasar, FEB USU turut menggandeng Indonesian Diaspora Network of America (IDN-A) sebagai mitra strategis. Petani mendapatkan wawasan mengenai standar green bean Grade 1, teknik fermentasi terkontrol, serta peluang pemasaran kopi Samosir ke pasar internasional.
Program tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan nilai tambah produk kopi. Kopi dalam bentuk cherry yang sebelumnya bernilai sekitar Rp21.000 per kilogram berpotensi mencapai hingga Rp110.000 per kilogram setelah diolah menjadi green bean. Peningkatan tersebut membuka peluang bagi petani untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat kemandirian dalam pengelolaan rantai nilai kopi.
Selain berdampak bagi masyarakat, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran langsung di lapangan. Mahasiswa turut berinteraksi dengan petani dan mendukung proses pendampingan, sehingga pengetahuan akademik yang diperoleh di kampus dapat diterapkan dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan komitmen FEB USU dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kapasitas dan potensi pendapatan petani berkontribusi terhadap SDG 1: No Poverty, sementara penguatan sektor pertanian melalui pengembangan komoditas kopi mendukung SDG 2: Zero Hunger. Pelatihan dan peningkatan keterampilan masyarakat serta pengalaman pembelajaran mahasiswa mendukung SDG 4: Quality Education, sedangkan kolaborasi FEB USU, masyarakat, mahasiswa, dan IDN-A mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals.
Melalui program ini, FEB USU terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Tim pengabdi juga akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi serta penguatan kapasitas kelompok tani kopi di Kabupaten Samosir.