Medan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya diwujudkan melalui program “Penguatan Resiliensi Ekonomi Perempuan melalui Transformasi Jagung Menjadi Produk Tepung Pangan Pascabencana” yang dilaksanakan di Desa Suka Maju, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya mendorong kelompok perempuan Desa Suka Maju agar mampu mengoptimalkan potensi jagung lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Program tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec. dan melibatkan kolaborasi lintas bidang dari FEB USU, Fakultas Pertanian dan Sekolah Pascasarjana USU. Dari FEB USU, kegiatan ini turut melibatkan Nelvi Nurul Huda, S.E., M.Si., sementara tim lainnya terdiri atas Dr. Nauas Domu Marihot Romauli, STP., M.Eng., Yuni Lestari Br. Sitepu, Fauziah Kumalasari, dan Taufik Akbar Parluhutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian menyerahkan alat pengering dan penggiling jagung kepada kelompok mitra. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengolahan jagung secara lebih efektif sehingga masyarakat tidak lagi hanya menjual jagung sebagai komoditas mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi tepung jagung sebagai produk bernilai ekonomi.
Dari perspektif Fakultas Ekonomi dan Bisnis, pengembangan produk tidak berhenti pada aspek produksi. Masyarakat juga mendapatkan pendampingan mengenai pengembangan produk, strategi pengemasan, pemasaran, hingga persiapan sertifikasi halal. Pendekatan tersebut diarahkan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.
Prof. Dr. Elisabet Siahaan dalam pemaparannya mengenai “Membawa Tepung Jagung Naik Kelas: Strategi Produk, Kemasan, Pemasaran, dan Sertifikasi Halal” menekankan pentingnya membangun identitas dan fungsi produk di mata konsumen. Tepung jagung Suka Maju tidak hanya diposisikan sebagai hasil olahan jagung, tetapi dapat dikembangkan sebagai bahan pangan untuk berbagai produk seperti cipera, cimpa jagung, gulame jagung, puding jagung, keripik jagung, es krim jagung, kue talam, bolu jagung, hingga bolu kukus jagung.
Pendekatan tersebut juga diperkuat dengan konsep product proof, yaitu menghadirkan contoh produk olahan sebagai bukti pemanfaatan tepung jagung sehingga konsumen dapat melihat secara langsung potensi dan kegunaan produk. Selain itu, masyarakat diperkenalkan dengan konsep kemasan yang lebih modern serta strategi pemasaran yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, masyarakat sekitar, kelompok PKK, warung, hingga pelaku UMKM makanan.
Sementara itu, aspek teknologi pengolahan jagung diberikan oleh tim dari bidang Teknologi Pangan. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai pemilihan bahan baku, proses pengeringan, penggilingan, pengayakan, serta pengendalian mutu agar tepung yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan. Setelah pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung menggunakan mesin pengering dan penggiling jagung.
Kolaborasi lintas disiplin dalam kegiatan ini menjadi salah satu kekuatan utama program pengabdian. Keilmuan ekonomi dan manajemen dari FEB USU dipadukan dengan teknologi pangan serta perspektif manajemen properti dan penilaian, sehingga pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Bagi FEB USU, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemberdayaan perempuan melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana.
Program ini sejalan dengan kontribusi USU terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan resiliensi ekonomi, serta SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengembangan ketahanan pangan berbasis potensi pangan lokal. Kegiatan ini juga memperkuat semangat kolaborasi lintas keilmuan dan institusi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui program tersebut, FEB USU berharap Desa Suka Maju tidak hanya mampu menghasilkan tepung jagung, tetapi juga membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal yang dapat berkembang secara berkelanjutan. Dengan peningkatan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, pengemasan, pemasaran, dan legalitas produk, jagung lokal diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat serta memperkuat kemandirian perempuan Desa Suka Maju.