06-Juli-2026 | Kategori: Pengabdian Kepada Masyarakat / Skema Sosial Ekonomi
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara (FEB USU) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Lesehan Wisata Ternak Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini berfokus pada penguatan usaha peternakan kambing perah melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular, pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan, serta penguatan promosi usaha berbasis digital.
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Syarief Fauzie, S.E., M.Ak., Ak., CA, dengan anggota tim Dr. Arif Rahman, S.E., M.Ec.Dev., Nurmala Fitri S., S.E., M.Si., Khairul Ali Hutasuhut, S.E., M.Si., dan Dian Tria Fatmila, S.Pt., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Hanna R. Priscilla Hutagalung, Renta Sitanggang, dan Ribka Theresia Gabriella Siagian dalam pelaksanaan kegiatan lapangan dan pendampingan masyarakat.

Foto bersama Tim Pengabdian Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB USU, mahasiswa, mitra, dan masyarakat
Lesehan Wisata Ternak Desa Kolam yang dikelola oleh Pak Sunimin merupakan usaha peternakan kambing perah yang juga memiliki potensi sebagai wisata edukasi. Aktivitas peternakan tersebut menghasilkan susu segar sekaligus limbah berupa kotoran kambing. Di sekitar wilayah Desa Kolam, aktivitas pertanian jagung juga menghasilkan limbah berupa batang, daun, dan tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Sebelum program dilaksanakan, limbah pertanian jagung sebagian besar belum dimanfaatkan dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila dibiarkan atau dibakar. Sementara itu, kotoran kambing yang dihasilkan dari kegiatan peternakan juga belum sepenuhnya diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dari sisi pemasaran, potensi wisata edukasi dan produk peternakan mitra juga masih membutuhkan penguatan promosi digital agar dapat menjangkau konsumen dan calon pengunjung yang lebih luas.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Tim PKM Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB USU menerapkan pendekatan ekonomi sirkular melalui tiga intervensi utama. Pertama, penyediaan mesin pencacah rumput untuk membantu mengolah limbah pertanian jagung menjadi bahan pakan ternak. Kedua, pelatihan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik. Ketiga, pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha dan wisata edukasi. 

Penyerahan mesin pencacah rumput kepada Pak Sunimin selaku mitra
Kegiatan diawali dengan survei dan identifikasi kondisi serta kebutuhan mitra. Tim melakukan kunjungan lapangan dan berdiskusi dengan pengelola untuk mengidentifikasi persoalan yang berkaitan dengan penyediaan pakan, pengelolaan limbah peternakan, serta strategi promosi usaha. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang diberikan kepada mitra.
Mesin pencacah rumput kemudian diserahkan kepada mitra dan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan serta perawatan alat. Pelatihan mencakup teknik pencacahan limbah jagung, keselamatan dalam pengoperasian, serta perawatan mesin agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Dengan adanya teknologi tersebut, limbah pertanian yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat diarahkan menjadi bahan baku pakan ternak.

Pelatihan penggunaan dan perawatan mesin pencacah rumput
Tahapan berikutnya dilakukan melalui pelatihan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik. Kegiatan dilakukan melalui demonstrasi dan praktik langsung mengenai proses pengolahan dan fermentasi, mulai dari pencampuran bahan hingga proses pemeraman. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola limbah peternakan secara produktif.
Melalui kegiatan tersebut, kotoran kambing yang sebelumnya hanya menjadi limbah mulai diarahkan menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Pupuk organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk sampingan bernilai ekonomi. Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular pada usaha peternakan mitra.


Praktik pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik
Selain aspek produksi dan pengelolaan limbah, tim pengabdian memberikan pelatihan promosi usaha melalui media sosial. Mitra mendapatkan pendampingan dalam membuat foto dan video sederhana yang menampilkan aktivitas peternakan, pemerahan susu, pemberian pakan, wisata edukasi, serta produk yang dihasilkan. Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube diperkenalkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi.


Pelatihan promosi digital dan pembuatan konten media sosial
Pelaksanaan program menghasilkan sejumlah perubahan positif bagi mitra. Dari aspek teknis, tersedianya mesin pencacah memberikan kemampuan bagi mitra untuk mulai memanfaatkan limbah tanaman jagung sebagai bahan pakan ternak. Mitra juga mulai diarahkan untuk melakukan pengumpulan limbah jagung secara terjadwal sehingga limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari siklus produksi peternakan.
Dari aspek lingkungan, pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik membantu mengurangi penumpukan limbah peternakan sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali bahan organik tersebut. Pupuk organik yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian di sekitar wilayah mitra dan berpotensi dikembangkan sebagai produk sampingan yang mempunyai nilai ekonomi.
sisi pemasaran, kegiatan pelatihan digital memberikan peningkatan pemahaman mitra mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Mitra mulai diarahkan untuk mendokumentasikan aktivitas usaha secara rutin dan mengemasnya menjadi konten yang dapat digunakan untuk memperkenalkan Lesehan Wisata Ternak kepada masyarakat yang lebih luas.
Secara keseluruhan, kegiatan ini mendorong terbentuknya pola pemanfaatan sumber daya yang lebih terintegrasi. Limbah tanaman jagung diarahkan menjadi bahan pakan, kotoran kambing diolah menjadi pupuk organik, sementara aktivitas usaha dan wisata edukasi diperkuat melalui promosi digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan alat, tetapi juga pada perubahan pola pengelolaan usaha menuju penerapan ekonomi sirkular.
Program pengabdian kepada masyarakat ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui penguatan kegiatan pertanian dan peternakan serta pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung sistem produksi pangan yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 15 – Ekosistem Daratan (Life on Land) melalui pemanfaatan kembali limbah pertanian dan peternakan serta penerapan pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan di luar kampus dan IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan di luar kampus.
Keterlibatan Hanna R. Priscilla Hutagalung, Renta Sitanggang, dan Ribka Theresia Gabriella Siagian memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pendampingan masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman menerapkan pengetahuan akademik dalam persoalan nyata di lapangan.

Dosen dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB USU saat melakukan pendampingan bersama mitra
Program pengabdian ini tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan mesin, tetapi juga pada peningkatan kapasitas mitra agar mampu melanjutkan praktik yang telah diperkenalkan secara mandiri. Keberlanjutan program diharapkan dapat diwujudkan melalui konsistensi pemanfaatan limbah jagung sebagai bahan pakan, pengembangan pupuk organik, diversifikasi produk, serta peningkatan aktivitas promosi digital.
Tim pengabdian juga mendorong monitoring dan evaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan pemanfaatan teknologi, pengelolaan limbah, dan aktivitas pemasaran digital. Evaluasi lanjutan dapat diarahkan pada perkembangan pemanfaatan limbah sebagai pakan, produksi pupuk organik, serta perkembangan promosi dan pemasaran melalui media sosial.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB USU menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Penerapan ekonomi sirkular pada peternakan kambing perah Desa Kolam diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha mitra, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, mengurangi limbah, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.