Medan – Dosen Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara (FEB USU), Dr. Arif Rahman, S.E., M.Ec.Dev., bersama tim peneliti berhasil mempublikasikan hasil penelitian mengenai ketimpangan pendapatan di kawasan Jawa-Bali dalam Jurnal Ekonomi Malaysia.
Artikel berjudul “Gravity of Income Inequality and Spatial Model in Java-Bali, Indonesia” diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi Malaysia, Volume 60, Nomor 1 Tahun 2026, halaman 71–88. Artikel tersebut memiliki DOI 10.17576/JEM-2026-6001-6 dan telah tersedia pada laman resmi Jurnal Ekonomi Malaysia yang diterbitkan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Publikasi ini merupakan hasil kolaborasi Arif Rahman, Sirojuzilam, Wahyu Ario Pratomo, Irsad Lubis, Sukma Hayati Hakim, dan Nurmala Fitri. Keenam penulis merupakan akademisi Universitas Sumatera Utara dari lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Mengkaji Ketimpangan Pendapatan Jawa-Bali
Penelitian ini menganalisis ketimpangan pendapatan di kawasan Jawa-Bali selama periode 2015–2022 dengan mengintegrasikan beberapa pendekatan, yaitu centre-of-gravity analysis, spatial modelling, dan mediation analysis.
Pendekatan tersebut digunakan untuk melihat tidak hanya tingkat ketimpangan pendapatan, tetapi juga pengaruh langsung, efek limpahan (spillover effects), serta mekanisme mediasi dari sejumlah faktor ekonomi dan sosial terhadap ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Salah satu temuan penting penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat ketimpangan pendapatan relatif rendah, tetapi distribusi kesejahteraan antardaerah masih belum merata. Hasil estimasi spasial juga menunjukkan bahwa peningkatan PDRB riil per kapita dapat menurunkan ketimpangan pendapatan individual.
Di sisi lain, peningkatan proporsi pekerja berpendidikan tinggi dalam penelitian ini ditemukan berkaitan dengan peningkatan ketimpangan. Sementara itu, kepadatan penduduk meningkatkan tingkat pendapatan sekaligus dapat memperbesar ketimpangan. Faktor lain seperti kualitas lingkungan, rasio ketergantungan tenaga kerja, belanja daerah, dan kondisi demokrasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan individual dalam model yang digunakan.
Ketika Pertumbuhan Tidak Selalu Berarti Pemerataan
Penelitian ini menemukan sejumlah paradoks pembangunan yang menarik. Peningkatan PDRB per kapita memang dapat menekan ketimpangan pendapatan masyarakat, tetapi pada saat yang sama justru berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi antarwilayah.
Hal serupa terjadi pada kepadatan penduduk. Wilayah yang semakin padat dapat menjadi semakin produktif dan berpendapatan lebih tinggi, tetapi juga menghadapi risiko ketimpangan yang lebih besar. Sementara itu, peningkatan proporsi pekerja berpendidikan tinggi belum otomatis menghasilkan pemerataan pendapatan.
Temuan ini menegaskan bahwa tantangan pembangunan bukan hanya menciptakan pertumbuhan, tetapi memastikan agar manfaat pertumbuhan, aglomerasi, dan peningkatan kualitas SDM dapat dinikmati secara lebih merata antarindividu maupun antarwilayah.
Pentingnya Pembangunan yang Lebih Inklusif
Temuan penelitian memberikan implikasi penting bagi kebijakan pembangunan daerah. Para peneliti menekankan pentingnya peningkatan produktivitas melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan regional, peningkatan efektivitas belanja publik, serta penguatan kelembagaan demokrasi untuk mendorong distribusi kesejahteraan yang lebih merata.
Kajian tersebut juga memiliki relevansi kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities) yang menempatkan pengurangan ketimpangan sebagai salah satu tujuan utama pembangunan global.
Bagi Program Studi Ekonomi Islam FEB USU, publikasi ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam mengembangkan kajian mengenai pembangunan ekonomi yang inklusif, pemerataan kesejahteraan, dan keadilan ekonomi. Kajian mengenai ketimpangan juga memiliki relevansi dengan perspektif ekonomi Islam yang menempatkan distribusi kesejahteraan dan keadilan sosial sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi.
Memperkuat Budaya Riset dan Internasionalisasi Prodi
Publikasi pada jurnal internasional ini sekaligus menunjukkan komitmen dosen FEB USU dalam memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi. Bagi Program Studi Ekonomi Islam, capaian tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi pada penelitian, publikasi, dan pengembangan jejaring akademik internasional.
Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap literatur mengenai ketimpangan regional di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi akademisi Universitas Sumatera Utara dalam diskursus pembangunan ekonomi regional dan pembangunan yang lebih inklusif di tingkat internasional.
Artikel lengkap dapat diakses melalui laman resmi: https://www.ukm.my/jem/article/gravity-of-income-inequality-and-spatial-model-in-java-bali-indonesia/