Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim FEB USU memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi dan penguatan kapasitas petani kopi di Desa Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir. Salah satu dampak utama terlihat pada peningkatan nilai tambah produk kopi. Kopi basah (cherry) yang sebelumnya dijual sekitar Rp21.000 per kilogram berpotensi meningkat nilainya hingga sekitar Rp110.000 per kilogram setelah diolah menjadi green bean.

Peningkatan nilai tambah ini diharapkan dapat meningkatkan potensi pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian petani dalam mengelola rantai nilai kopi. Dengan kemampuan mengolah hasil panen secara mandiri, petani memiliki peluang lebih besar untuk menentukan proses pengolahan dan pemasaran sehingga nilai ekonomi produk dapat dinikmati secara lebih optimal oleh kelompok tani.

Dari sisi teknologi, bantuan mesin pulper dan dry huller membantu meningkatkan efisiensi proses pascapanen serta mendukung pengolahan kopi yang lebih terstandar. Pelatihan mengenai teknik fermentasi terkontrol dan Good Post-Harvest Practices juga diberikan untuk meningkatkan konsistensi mutu kopi arabika varietas Sigarar Utang dan mendukung pemenuhan standar green bean Grade 1.

Program ini juga membuka peluang penguatan akses pasar melalui kolaborasi dengan Indonesian Diaspora Network of America (IDN-A). Kerja sama tersebut memberikan wawasan mengenai standar mutu berorientasi ekspor sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan pemasaran kopi Samosir ke pasar Amerika Serikat dan mancanegara. Pendampingan yang dilakukan turut memperkuat keterampilan teknis dan kemampuan manajemen pascapanen anggota kelompok tani.

Secara lebih luas, program ini memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs Tujuan 2 tentang pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan serta SDGs Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Program yang didanai melalui skema Non-PNBP LPPM USU Tahun Anggaran 2026 ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran di luar kampus serta partisipasi dosen dalam pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat.

Ke depan, Tim Pengabdian FEB USU akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan mesin serta memperkuat kapasitas dan kelembagaan kelompok tani kopi di Kabupaten Samosir. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan ekonomi kopi lokal Samosir.