Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Turut Melaksanakan Program Desa Binaan

Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat USU kembali melaksanakan program Desa Binaan untuk membangun masyarakat desa yang mandiri dan semakin produktif. Pada kesempatan ini salah satu program Desa Binaan USU dilaksanakan di Desa Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

“Kami akan berupaya membangun dan membina desa Siponjot agar menjadi desa seni yang sehat, kreatif, serta produktif dan menjadi lebih mandiri dalam membangun desa”, ujar Prof. Drs. Mauly Purba, M.A., Ph.D selaku ketua tim Desa Binaan di Desa Siponjot. Wakil ketua Desa Binaan, Prof. Sondang Pintauli, drg., Ph.D mengemukakan enam rangkaian program yang diterapkan untuk membangun desa Siponjot, meliputi penataan bermasyarakat, pengembangan workshop instrumen seni, pengelolaan pertunjukan seni, pemasaran produk seni desa, restorasi hutan desa, dan pengembangan perilaku sehat masyarakat desa.

“Rangkaian kegiatan desa binaan ini sudah kami laksanakan bersama koordinator dan anggota dari masing-masing program. Namun, kami tetap akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan untuk kemajuan Desa Siponjot”, ujar Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec., perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU selaku sekretaris program desa binaan. Serangkaian kegiatan desa binaan telah terlaksana pada Sabtu-Minggu (1-2/8) dan dilanjutkan pada Senin-Selasa (17-18/8).

Drs. Joe Anto Ginting, M.A selaku tim desa binaan memberikan sosialiasasi perilaku berorganisasi dna bermasyarakat dengan kembali membangun budaya marsirippa. Gotong royong adalah kunci mencapai kesuksesan bersama. Program desa binaan juga sama, tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya saling bantu antara warga desa. Sosialisasi dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Desa Siponjot sebelumnya telah memiliki beberapa Huta Seni yang menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai desa seni. Letaknya yang dekat dengan Bandara Silangit juga membuatnya potensial untuk dijadikan sebagai desa wisata. Pada kesempatan ini, Tim Desa Binaan USU bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Humbang Hasundutan memberikan 1000 bibit tanaman hutan yang diharapkan akan menjadi cikal bakal wisata hutan serta bahan baku produksi instrumen musik yang berkualitas bagi huta seni di Desa Siponjot.

“Kami mempersiapkan pelatihan seni untuk masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang dimilikinya sehingga lebih bernilai produkif”, jelas Hotlan Siahaan. S.Sos., M.I.Kom, saat menyampaikan rangkaian kegiatan desa binaan. Kegiatan workshop seni berupa pembuatan alat seni dan pengemasan pertunjukan seni dilaksanakan di Huta Seni Sitangkubang. Pada kegiatan ini turut hadir Drs. Mangatas Pasaribu, M.Sn., yang membantu pengolahan kayu sisa produksi menjadi suvenir yang bernilai jual. Drs. Setia Dermawan Purba, M.Si turut mengisi kegiatan ini dengan melakukan pengemasan seni pertunjukan dari masyarakat. Prof. Dr. Noverita Sprinse Vinolina, M.P selaku koordinator restorasi hutan desa turut menyampaikan pentingnya pelestarian hutan desa kepada masyarakat.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Prof. Dr. Ir. Evawany Aritonang, M.Si, memperhatikan kesehatan masyarakat dan mempersiapkan program perilaku sehat bagi warga Desa Siponjot. Ika Andryas, drg., M.Sc., dan Ranu Armidin, drg., dari Fakultas Kedokteran Gigi USU turut memberikan sosialisasi perilaku hidup sehat serta aktivitas mencuci tangan yang baik dan benar. Pada kesempatan itu pula tim Desa Binaan USU membagikan poster perilaku hidup sehat dan cara mencuci tangan dengan benar kepada masyarakt melalui aparat desa. Pada kegiatan ini hadir pula dr Eddy Jefferson ritonga SpOT yang turut memberikan masukannya seputar mengubah pola pikir sehat masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan Desa Binaan di Desa Siponjot turut dihadiri oleh Camat Lintongnihuta, Rahmat Lumbantoruan, S.Pd., MM dan Kepala Desa Siponjot (Pl) .Jhonni Silaban. “Saya sangat mengapresiasi positif, berterima kasih kepada tim dari USU yang mau membina desa dan mengembangkan desa ini dengan sangat baik. Besar harapan saya rangkaian kegiatan ini tidak terhenti sampai di sini dan berlanjut ke Desa-Desa lain”, ujar Rahmat Lumbantoruan dengan penuh semangat. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Tim Desa Binaan USU telah memberikan bantuan pembangunan 15 unit tong sampah permanen dan 3 unit wastafel cuci tangan permanen di beberapa titik desa, pembangunan pentas seni untuk pertunjukan, pembuatan etalase seni untuk pameran, pemberian alat berat berupa chainsaw dan mesin bubut kayu serta perlengkapan pahat untuk produksi, poster mencuci tangan dengan sabun, serta stiker dan logo huta seni. Sebagai rencana pengembangan desa binaan selanjutnya, tim pengabdian menargetkan perwujudan transaksi ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan seni yang akan diselenggarakan melalui Huta Seni Desa Siponjot. “Kita akan coba gelar pertunjukan dan pameran seni melalui huta seni di Desa Siponjot” tutup Prof Mauly sebagai harapan pengembangan pelaksanaan desa binaan USU.