Medan – Setelah jeda akhir pekan, International Sustainability Conference (ISC) FEB USU 2026 kembali berlanjut pada Senin, 26 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan hari keenam menghadirkan pembahasan mengenai strategi bisnis berkelanjutan, transformasi digital bagi usaha kecil dan menengah, serta strategi merek global dalam konteks pariwisata lokal.
Sesi pertama mengangkat materi “Sustainable Business Strategy and Digital Transformation for SMEs” yang disampaikan oleh Hazmanan Khair Pasaribu, S.E., MBA., Ph.D. Materi ini membahas strategi bisnis berkelanjutan dan transformasi digital bagi usaha kecil dan menengah (Small and Medium Enterprises/SMEs). Topik tersebut relevan dengan dinamika dunia usaha yang terus berkembang seiring dengan pemanfaatan teknologi digital dan kebutuhan untuk mempertimbangkan keberlanjutan dalam strategi bisnis.
Pada sesi berikutnya, Dr. Arman Hj Ahmad (CMktr, FCIM, CMILT) menyampaikan materi “The Marketing Taboos of Global Brand Strategies for Local Tourism: A Forensic Marketing Perspective”. Materi ini mengangkat perspektif pemasaran dalam strategi merek global untuk pariwisata lokal, dengan fokus pada isu-isu yang berkaitan dengan penerapan strategi merek dalam konteks tersebut.
Kedua sesi memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai pengembangan bisnis dan pemasaran. Transformasi digital menjadi salah satu topik dalam pembahasan penguatan usaha, sementara strategi merek global dan pariwisata lokal memperluas diskusi mengenai hubungan antara pemasaran dan pengembangan potensi daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembahasan strategi bisnis dan pengembangan usaha kecil dan menengah, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui perhatian terhadap transformasi digital. Pembahasan strategi pemasaran untuk pariwisata lokal juga relevan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), khususnya dalam konteks pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan.