Penerbitan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut. KKNI merupakan pernyataan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes).

Deskripsi capaian pembelajaran dalam KKNI, mengandung empat unsur, yaitu unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab. Dengan telah terbitnya Standar Nasional Pendidikan Tinggi rumusan capaian pembelajaran tercakup dalam salah satu standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), capaian pembelajaran terdiri dari unsur sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus, dan pengetahuan. Unsur sikap dan ketrampilan umum telah dirumuskan secara rinci dan tercantum dalam lampiran SN-Dikti, sedangkan unsur ketrampilan khusus dan pengetahuan dalam kurikulum Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU memberikan kewenangan kepada masing-masing program studi merumuskannya berdasarkan ciri lulusan masing-masing program studi. Berdasarkan rumusan ‘capaian pembelajaran’ tersebut penyusunan kurikulum program studi di lingkungan FEB-USU dikembangkan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU mulai aktif menerapkan kurikulum KKNI sejak 2017 dengan disahkannya kurikulum KKNI masing-masing progra studi oleh Rektor. Dalam penyusunannya, fakultas tetap menjadi kontrol sebelum kurikulum diajukan ke rektorat.